SISTEM EKONOMI TRADITIONAL

|

Pada sistem tradisional, perubahan produksi dan konsumsi hampir tidak pernah ada karena masyarakat tradisional umumnya sulit menerima pembaruan. Tujuan utama mereka adalah mempertahankan kebiasaan yang sudah berlangsung sejak lama. Kehidupan sehari-hari harus dijalankan menurut norma-norma yang telah ditentukan dan dilakukan dari generasi-generasi. Jika diantara anggota masyarakat yang melanggar norma-norma tersebut, ia harus dihukum atau diasingkan dari masyarakat tersebut.
Sistem ekonomi ini terdapat pada masyarakat yang mempunyai cara hidup yang juga traditional. Masyarakat seperti ini adalah masyarakat yang hidup di daerah terpencil atau terisolasi yang tidak mempunyai peradaban atau taraf hidup yang tinggi, dan belum mengenal teknologi. Mungkin, saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari.
Pada masyarakat traditional, RTP dan RTK tidak dibedakan. Peran sebagai konsumen dan produsen dilakukan oleh rumah tangga yang sama.
Masyarakat traditional tidak mengenal perdagangan, dan semua aktivitas dilakukan menurut adat istiadat dan kebiasaan, serta turun-menurun.
Dalam sistem ekonomi tradisional, dalam memecahkan permasalahan perekonomiannya mempunyai solusi yaitu dengan cara mengelola atau mengolah alam, memproduksi sendiri, dan mengkonsumsi sendiri. Pada masyarakat primitif atau tradisional, semua aspek kehidupan dan perilaku diatur oleh tradisi. Semua kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi dilakukan sesuai dengan kebiasaan yang secara turun-temurun diwariskan nenek moyangnya. Umumnya produksi lebih mengandalkan alam dan tenaga kerja dan hasilnyapun terbatas hanya untuk keluarga dan kelompoknya saja.

Ciri-ciri sitem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
2. Tanah merupakan sumber kehidupan,
3. Belum mengenal adanya pembagian kerja,
4. Pertukaran secara barter,
5. Tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.

Sisi positif dari sistem ekonomi tradisional:
• Tidak terjadi persaingan karena semuanya dilakukan berdasarkan kebiasaan,
• Anggota masyarakat tidak terbebani target tertentu karena kegiatan dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri,
• Tidak individualistis.

Sisi negatif dari dari sistem masyarakat tradisional:
• Masyarakat berbuat hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak untuk meningkatkan kesejahteraan,
• Tidak menghitungkan efisiensi dan penggunaan Sumber Daya Alam,
• Tidak bertujuan mencari keuntungan, sehingga tidak ada motivasi untuk menciptakan sebuah kemajuan.


Referensi :
1. http://one.indoskripsi.com/node/4482
2. http://www.e-dukasi.net/index.php

0 komentar:

Posting Komentar